Tips

Cara Menghitung Ongkos Kirim Cargo: Panduan untuk Pemilik Bisnis dan UMKM

Ilustrasi Cara Menghitung Ongkos Kirim Cargo: Panduan untuk Pemilik Bisnis dan UMKM

Pelajari cara menghitung ongkos kirim cargo berdasarkan berat, volume, jarak, armada, handling, dan layanan tambahan agar biaya logistik lebih terkontrol.

Bagi pemilik bisnis dan UMKM, ongkos kirim bukan sekadar biaya tambahan. Biaya logistik dapat memengaruhi harga jual, margin keuntungan, arus kas, dan kepuasan pelanggan. Kesalahan menghitung biaya cargo juga dapat membuat quotation terlihat murah di awal tetapi membengkak ketika barang sudah diproses.

Karena itu, penting memahami komponen dasar ongkos kirim sebelum meminta atau membandingkan penawaran dari perusahaan ekspedisi.

Apa yang Dimaksud Ongkos Kirim Cargo?

Ongkos kirim cargo adalah biaya yang timbul untuk memindahkan barang dari titik asal ke titik tujuan menggunakan layanan logistik tertentu. Pada pengiriman berukuran besar, biaya tidak selalu dihitung hanya berdasarkan kilogram.

Tergantung jenis layanan, perhitungan dapat mempertimbangkan:

  • berat aktual;
  • volume;
  • jarak;
  • jenis armada;
  • jenis transportasi;
  • jumlah koli;
  • jenis barang;
  • kebutuhan packing;
  • loading dan unloading;
  • penggunaan forklift atau crane;
  • gudang;
  • kontainer;
  • biaya pelabuhan;
  • pengantaran last mile.

Berat Aktual vs Berat Volume

Salah satu hal paling penting adalah memahami perbedaan berat aktual dan berat volume.

Barang dengan ukuran besar tetapi ringan membutuhkan ruang kendaraan yang besar. Jika tarif hanya menggunakan berat aktual, perusahaan transportasi dapat kehilangan efisiensi kapasitas. Karena itu, pada layanan tertentu digunakan perhitungan berat volume.

Contoh sederhana:

Sebuah paket memiliki ukuran 100 cm × 80 cm × 60 cm.

Volume:

100 × 80 × 60 = 480.000 cm³

Atau setara dengan:

0,48 m³

Apakah 0,48 m³ tersebut langsung menjadi harga? Belum tentu. Rumus konversi volume ke berat berbeda-beda menurut moda dan perusahaan ekspedisi. Karena itu, jangan menggunakan satu rumus internet untuk semua pengiriman.

Komponen Biaya Cargo

1. Biaya Transportasi Utama

Ini merupakan biaya utama untuk memindahkan barang dari origin ke destination. Besarnya dipengaruhi oleh rute, moda transportasi, kapasitas, dan jenis muatan.

2. Pickup

Jika barang diambil dari gudang atau lokasi pelanggan, biaya pickup dapat menjadi komponen tersendiri.

3. Delivery

Pengiriman dari terminal atau pelabuhan menuju lokasi penerima dapat dihitung sebagai biaya delivery atau last mile.

4. Handling

Handling mencakup aktivitas pemindahan barang, loading, unloading, stuffing, stripping, dan aktivitas lain sesuai kebutuhan.

5. Packing

Barang tertentu membutuhkan packing kayu, pallet, wrapping, foam, atau perlindungan tambahan.

6. Alat Bantu

Barang berat mungkin memerlukan forklift, crane, hand pallet, atau peralatan lain.

7. Biaya Kontainer

Pada FCL, biaya penggunaan kontainer dan komponen terkait perlu diperhitungkan.

8. Biaya Pelabuhan dan Dokumen

Pengiriman laut dapat melibatkan biaya terminal, administrasi, dokumen, dan komponen operasional lainnya.

Contoh Simulasi Sederhana

Misalnya UMKM mengirim 10 koli dari Surabaya ke kota di Kalimantan. Setiap koli berukuran 50 × 40 × 40 cm.

Volume satu koli:

50 × 40 × 40 = 80.000 cm³ = 0,08 m³.

Total volume:

10 × 0,08 = 0,8 m³.

Jika berat aktual total adalah 350 kg, perusahaan ekspedisi akan menentukan metode chargeable weight berdasarkan ketentuan layanan yang digunakan.

Angka di atas hanya contoh matematika, bukan tarif Putra Jogja Pratama. Tarif aktual harus diminta berdasarkan rute, jenis barang, dimensi, berat, layanan, dan kondisi operasional.

Mengapa Quotation Bisa Berbeda?

Dua perusahaan dapat memberikan harga berbeda untuk barang yang sama karena cakupan layanan mereka berbeda.

Quotation A mungkin hanya mencakup transportasi utama. Quotation B mungkin sudah mencakup pickup, handling, delivery, dan layanan door to door.

Karena itu, saat membandingkan harga, gunakan prinsip:

bandingkan total biaya untuk cakupan layanan yang sama.

Cara Menghemat Biaya Cargo

Konsolidasikan Pengiriman

Jika beberapa pesanan berasal dari periode yang berdekatan, konsolidasi dapat dipertimbangkan agar kapasitas kendaraan digunakan lebih efisien.

Gunakan Packing yang Efisien

Packing yang terlalu besar dapat meningkatkan volume. Gunakan perlindungan secukupnya tanpa mengorbankan keamanan barang.

Jadwalkan Pengiriman

Pengiriman mendadak dapat membuat pilihan armada dan jadwal menjadi lebih terbatas.

Berikan Data yang Akurat

Kesalahan dimensi dan berat dapat menyebabkan revisi biaya. Timbang dan ukur barang sebelum meminta quotation.

Evaluasi Rute

Untuk pengiriman rutin, evaluasi rute dan titik distribusi dapat membantu mengurangi biaya logistik secara keseluruhan.

Rumus Dasar yang Bisa Digunakan

Untuk estimasi internal, perusahaan dapat membuat struktur:

Total biaya = transportasi + pickup + handling + packing + delivery + biaya tambahan lainnya.

Sedangkan untuk kebutuhan volume:

Volume = panjang × lebar × tinggi × jumlah koli.

Gunakan satuan yang konsisten. Jika ukuran menggunakan sentimeter, konversikan ke meter kubik setelah menghitung volume.

Checklist Data untuk Meminta Harga

Data Contoh

Origin Surabaya Destination Balikpapan Jenis barang Spare part Jumlah 12 koli Berat 450 kg Dimensi 60 × 50 × 40 cm/koli Pickup Ya Delivery Ya Packing Tidak Armada Menyesuaikan Target Minggu berjalan

Kesimpulan

Cara menghitung ongkos kirim cargo harus melihat keseluruhan proses, bukan hanya berat barang. Berat, volume, rute, armada, moda transportasi, handling, packing, dan delivery dapat memengaruhi total biaya.

Bagi UMKM, kebiasaan mencatat berat dan volume setiap pengiriman akan membuat perencanaan biaya lebih akurat. Untuk pengiriman besar atau proyek, konsultasikan detail muatan kepada perusahaan ekspedisi agar quotation dibuat berdasarkan kondisi sebenarnya.